Pesan Direksi
Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan penyertaan-Nya, sehingga Avian Brands dapat melalui tahun 2025 dengan kinerja yang tetap terjaga di tengah dinamika lingkungan usaha yang penuh tantangan. Sepanjang tahun 2025, Avian Brands mencermati kondisi makroekonomi global dan domestik yang bergerak secara dinamis dengan ditandai oleh ketidakpastian pasar, fluktuasi harga komoditas, serta perubahan preferensi pelanggan yang semakin menuntut inovasi dan penerapan prinsip keberlanjutan.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Avian Brands mampu mempertahankan kinerja yang solid, baik dari sisi operasional maupun keuangan, sekaligus terus memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar di industri cat nasional. Pada tahun ini, Avian Brands mengusung tema “Leading with Color, Inspiring with Sustainability” sebagai penegasan arah strategis Avian Brands untuk tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada peran kepemimpinan dalam menghadirkan dampak positif bagi industri, lingkungan, dan masyarakat luas. Kami meyakini bahwa kepemimpinan yang berlandaskan keberlanjutan merupakan fondasi utama dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Adapun penjelasan lebih lanjut mengenai tantangan, peluang, strategi, serta pencapaian kinerja Avian Brands sepanjang tahun 2025 diuraikan sebagai berikut:
Kondisi Ekonomi dan Industri Tahun 2025
Sepanjang tahun 2025, perekonomian global berada dalam fase penyesuaian yang ditandai oleh perubahan arah kebijakan dan meningkatnya ketidakpastian. Pergeseran kebijakan perdagangan, termasuk penerapan tarif yang lebih tinggi oleh Amerika Serikat serta berbagai langkah penyesuaian lanjutan, mencerminkan semakin menguatnya kecenderungan proteksionisme dan fragmentasi ekonomi global. Di sisi lain, sejumlah negara maju menerapkan kebijakan fiskal yang lebih ekspansif untuk menjaga pertumbuhan, meskipun memunculkan kekhawatiran terhadap kelangsungan fiskal dan potensi dampak lintas negara. Dalam konteks tersebut, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan melambat dari 3,3% pada tahun 2024 menjadi 3,2% pada tahun 2025. Sejalan dengan itu, tren inflasi global juga diperkirakan menurun menjadi 4,2% pada 2025, sementara pertumbuhan perdagangan dunia masih terbatas akibat berlanjutnya fragmentasi rantai pasok dan perdagangan internasional.
Di tingkat nasional, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang relatif baik di tengah dinamika global tersebut. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,11%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,03% yang didorong oleh permintaan domestik yang tetap kuat, kinerja ekspor yang solid, investasi yang resilien, serta dukungan belanja pemerintah melalui APBN. Konsumsi rumah tangga sebagai penopang terbesar ekonomi nasional tumbuh 4,98%, sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, penguatan transaksi digital, serta kenaikan aktivitas sektor transportasi, komunikasi, perhotelan, dan restoran. Konsumsi pemerintah juga tumbuh 2,50%, mencerminkan peran aktif kebijakan fiskal dalam menjaga daya beli dan momentum pertumbuhan ekonomi. Dari sisi stabilitas, inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92%, berada dalam kisaran yang terkendali. Kebijakan moneter yang diimplementasikan Bank Indonesia juga cenderung akomodatif, ditandai dengan penurunan BI-Rate sebesar 125 basis poin sepanjang 2025 menjadi 4,75% di akhir tahun 2025, turut mendukung iklim likuiditas dan mendorong aktivitas ekonomi nasional.
Meskipun indikator makroekonomi nasional menunjukkan ketahanan yang relatif baik, dinamika tersebut belum sepenuhnya tertransmisi secara merata ke seluruh sektor industri. Pada tingkat sektoral, khususnya industri cat dan pelapis, tekanan eksternal yang bersumber dari ketidakpastian ekonomi global dan ketegangan geopolitik masih memengaruhi perilaku konsumsi dan struktur biaya produksi. Kondisi ini tercermin pada permintaan pelanggan yang cenderung berhati-hati serta meningkatnya biaya bahan baku yang berdampak pada kenaikan harga pokok penjualan. Tantangan tersebut mendorong pelaku usaha untuk memperkuat efisiensi dan ketahanan rantai pasok guna menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika yang masih menantang.
Tantangan dan Kendala yang Dihadapi Serta Strategi Utama untuk Mendorong Pertumbuhan Usaha Avian Brands
Di tengah dinamika makroekonomi, iklim usaha yang dihadapi Avian Brands juga diwarnai dengan berbagai tantangan dan peluang yang melekat pada industri manufaktur dan bahan bangunan. Tantangan tersebut antara lain meningkatnya persaingan di industri cat seiring masuknya pemain baru dan intensifikasi strategi harga, fluktuasi harga bahan baku yang dipengaruhi kondisi global, serta perubahan preferensi pelanggan yang semakin menuntut produk berkualitas tinggi, inovatif, dan ramah lingkungan. Selain itu, tantangan logistik dan distribusi di wilayah geografis Indonesia yang luas, kebutuhan akan kecepatan layanan, serta tuntutan efisiensi biaya operasional turut menjadi faktor yang harus dikelola secara cermat. Dalam menghadapi kondisi tersebut, Avian Brands terus memperkuat fondasi bisnis agar tetap adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan.
Kekuatan Avian Brands dalam menjaga pertumbuhan usaha dibangun melalui jaringan distribusi yang luas, portofolio produk yang komprehensif, kualitas produk yang konsisten terjaga, serta dominasi penjualan yang relatif stabil dari periode ke periode. Dari aspek distribusi, Avian Brands secara berkelanjutan memperluas jangkauan ke berbagai kota di Indonesia melalui pengembangan pusat distribusi yang dimiliki sepenuhnya serta melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Keberhasilan distribusi tidak hanya ditentukan oleh cakupan wilayah, tetapi juga oleh kemampuan menjangkau pasar secara cepat dan efisien. Oleh karena itu, pendirian pusat distribusi baru terus dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk mempercepat aliran produk, meningkatkan efisiensi operasional, serta memastikan ketersediaan produk dan kualitas layanan yang optimal bagi pelanggan di seluruh wilayah Indonesia.
Dari sisi portofolio dan kualitas produk, Avian Brands terus memperkuat kapabilitas inovasi melalui Avian Innovation Center (“AIC”) sebagai pusat inovasi terbesar di Indonesia untuk produk cat dan bahan bangunan. AIC berperan penting dalam pengembangan produk-produk yang memiliki kualitas terbaik, inovasi berkelanjutan, serta peningkatan proses manufaktur yang didukung oleh digitalisasi melalui Laboratory Information Management System (“LIMS”) yang terintegrasi dengan sistem Enterprise Resource Planning (“ERP”). Avian Brands juga memanfaatkan instrumen penelitian dan pengujian mutakhir, seperti Rheology Profiling dan Gas Chromatography, serta menerapkan standar internasional untuk memastikan kualitas produk terbaik dan konsisten. Sejalan dengan meningkatnya kesadaran terhadap keberlanjutan, Avian Brands secara aktif memperkuat portofolio produk yang telah memperoleh sertifikasi SNI, GLS, maupun TKDN.
Sementara itu, dominasi penjualan yang stabil dari periode ke periode mencerminkan komitmen Avian Brands dalam memperluas skala bisnis secara terukur sekaligus memperkuat daya saing jangka panjang. Strategi pertumbuhan tersebut didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang kompeten dan berdedikasi serta dikelola secara terencana dengan mengacu pada regulasi ketenagakerjaan dan praktik terbaik industri. Keandalan teknologi informasi juga menjadi komponen strategis yang tidak terpisahkan dalam mendukung keseluruhan aktivitas usaha. Sejalan dengan itu, Avian Brands juga terus meningkatkan brand awareness melalui program pemasaran yang berkelanjutan serta meningkatkan loyalitas pelanggan melalui program Avian Brands Priority Customer dan Program Mitra Avian Brands. Avian Brands juga memperluas pasar ke segmen non-ritel, seperti proyek, new build, dan business-to-business.
Peran Direksi dalam Perumusan dan Proses Implementasi Strategi Avian Brands
Direksi memegang peran sentral dalam merumuskan arah strategis Avian Brands dengan memastikan bahwa setiap keputusan bisnis didasari oleh pemahaman yang mendalam terhadap tren industri, dinamika pasar, serta kebutuhan dan harapan pelanggan. Proses perumusan strategi dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan perkembangan lingkungan usaha, kondisi internal Avian Brands, serta peluang dan risiko yang melekat, sehingga strategi yang ditetapkan tidak hanya responsif terhadap perubahan jangka pendek, tetapi juga selaras dengan tujuan jangka panjang dalam menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Dalam proses implementasi strategi, Direksi bertanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap langkah operasional dijalankan secara konsisten dengan prinsip GCG, berorientasi pada efisiensi, serta berfokus pada pencapaian hasil yang terukur. Direksi secara aktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan berbagai inisiatif strategis melalui mekanisme koordinasi lintas fungsi, pemantauan indikator kinerja utama, serta evaluasi berkala atas capaian yang telah diraih. Pendekatan ini memungkinkan Avian Brands untuk memastikan bahwa seluruh inisiatif berjalan sesuai dengan rencana, memberikan dampak positif bagi kinerja operasional dan keuangan, serta mendukung keberlanjutan usaha Avian Brands dalam jangka panjang.
Pencapaian Kinerja dan Target Usaha Avian Brands
Avian Brands terus menunjukkan keunggulan dan ketangguhan kinerja melalui pencapaian operasional dan keuangan yang selaras dengan strategi pertumbuhan berkelanjutan, meskipun dihadapkan pada dinamika industri dan tantangan lingkungan usaha yang semakin kompleks. Dari sisi produksi, Avian Brands mencatatkan realisasi produksi sebesar 227.266 metrik ton atau 99,00% dari target yang telah ditetapkan, meningkat 15,16% dibandingkan dengan realisasi tahun 2024 sebesar 197.339 metrik ton. Dari total produksi tersebut, Pabrik Sidoarjo tetap menjadi penopang utama dengan kontribusi sebesar 153.672 metrik ton atau 67,62% dari total produksi. Sementara itu, sisanya diproduksi oleh Pabrik Serang dengan capaian sebesar 73.594 metrik ton atau 32,38% dari total produksi. Kinerja operasional tersebut turut didukung oleh peluncuran hingga 12 produk baru sepanjang tahun 2025, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin beragam serta memperkuat portofolio produk. Selain itu, Avian Brands juga berhasil menambah sertifikasi TKDN hingga menjadi 55 produk serta mempertahankan sertifikasi GLS pada 40 produk, sebagai bagian dari komitmen terhadap peningkatan daya saing dan keberlanjutan produk.
Dari sisi kinerja keuangan, Avian Brands mencatatkan penjualan neto sebesar Rp8.123,69 miliar atau 99,85% dari target tahun 2025, meningkat 8,73% dibandingkan dengan realisasi tahun 2024 sebesar Rp7.471,36 miliar. Capaian tersebut ditopang oleh segmen solusi arsitektur yang membukukan penjualan neto sebesar Rp6.291,90 miliar atau 77,45% dari total penjualan neto. Sementara itu, segmen barang dagangan memberikan kontribusi penjualan neto sebesar Rp1.831,78 miliar atau 22,55% dari total penjualan neto. Beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp4.545,43 miliar, meningkat 10,04% dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar Rp4.130,61 miliar. Sejalan dengan itu, laba tahun berjalan Avian Brands tercatat sebesar Rp1.744,02 miliar atau 102,89% dari target, meningkat 4,83% dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar Rp1.663,70 miliar.
Selain capaian operasional dan keuangan, Avian Brands juga mencatatkan pencapaian strategis yang signifikan sepanjang tahun 2025. Pada 13 Maret 2025, Avian Brands merealisasikan investasi strategis sebesar Rp275,8 miliar melalui pengambilan 16,67% saham baru PT Dextone Lemindo, produsen lem dengan merek “Dextone”. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan Avian Brands, baik secara organik maupun non-organik, sekaligus memperkuat sinergi portofolio produk dan memperkokoh posisi Avian Brands sebagai pemimpin pasar cat dekoratif di Indonesia.
Selain itu, Avian Brands memperoleh pengakuan sebagai Market Leader in the Indonesian Paint & Coating Industry dari Frost & Sullivan, Katadata ESG Awards 2025 Sektor Chemicals untuk Kategori Governance dari Katadata, serta ENSIA 2025 Kategori Inovasi Lingkungan Berkat Program Penurunan Emisi dari Sucofindo, Top 50 Big Capitalization Public Listed Company dan Best Sustainability and Resilience (Big Cap) dari Indonesian Institute for Corporate Directorship (“IICD”), masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 versi Fortune, memperoleh pengakuan 2025 Indonesian Architectural Paints and Coatings Market Leadership dari Frost & Sullivan, serta dinobatkan sebagai Strong Performer – Asia Top 30 dalam kategori Paints & Coatings oleh Asian Coatings & Ink Federation (“ACIF”) dan Singapore Paints & Coatings Association (“SPACA”).
Prospek Usaha ke Depan Avian Brands
Ke depan, prospek usaha Avian Brands akan terus dipengaruhi oleh dinamika perekonomian global yang masih berada dalam fase penyesuaian. Lanskap ekonomi internasional yang semakin terfragmentasi, disertai tantangan struktural seperti penuaan populasi dan pertumbuhan produktivitas yang cenderung moderat, diperkirakan akan membatasi akselerasi pertumbuhan jangka menengah. Dalam kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 diproyeksikan melambat dari tahun 2025, dengan inflasi global yang diperkirakan terus menurun hingga mencapai 3,7% pada tahun 2026. Meskipun demikian, penurunan tekanan inflasi dan stabilisasi kebijakan moneter di sejumlah negara diharapkan dapat memberikan ruang bagi pemulihan permintaan global secara bertahap.
Di tengah tantangan global yang masih berlanjut, perekonomian nasional diproyeksikan menunjukkan ketahanan yang relatif kuat dan momentum pemulihan yang positif. Untuk tahun 2026, upside risk diperkirakan lebih dominan dibandingkan downside risk, seiring dengan terjaganya stabilitas makroekonomi, berlanjutnya dukungan kebijakan fiskal dan moneter, serta penguatan agenda perdagangan internasional. Pemerintah Indonesia optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 dapat mencapai target sebesar 5,4%, yang didukung oleh konsumsi domestik yang tetap solid, investasi yang berkelanjutan, serta upaya diversifikasi pasar ekspor. Kondisi ini menjadi fondasi penting bagi dunia usaha, termasuk industri manufaktur dan bahan bangunan, untuk melanjutkan pertumbuhan secara berkesinambungan.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, industri cat dan pelapis Indonesia diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan tahunan sekitar 6,5% sepanjang periode 2025–2032. Prospek ini terutama didorong oleh peningkatan konsumsi dalam negeri yang saat ini telah mencapai sekitar 1,3 juta metrik ton atau setara dengan 4,2 kilogram per kapita. Meskipun demikian, tingkat konsumsi per kapita Indonesia masih relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara regional, seperti Thailand dan Malaysia, yang berada pada kisaran 8–12 kilogram per kapita, sehingga mencerminkan ruang pertumbuhan jangka panjang yang masih terbuka. Di sisi lain, potensi pelemahan daya beli dapat berpotensi menahan percepatan pertumbuhan konsumsi dalam jangka pendek, namun tidak mengurangi prospek struktural industri secara keseluruhan dalam jangka menengah hingga panjang.
Dalam mengoptimalkan momentum peluang pertumbuhan tersebut, Avian Brands menetapkan fokus strategis untuk mendorong pertumbuhan penjualan hingga 2 digit, terutama melalui ekspansi pada segmen solusi arsitektur yang terus menunjukkan potensi seiring meningkatnya aktivitas di sektor arsitektur dan konstruksi. Untuk mendukung pencapaian tersebut, Avian Brands akan mengedepankan pemanfaatan teknologi terkini guna meningkatkan efisiensi produksi, pengembangan laboratorium modern yang didukung oleh tenaga ahli kimia untuk memperkuat inovasi produk, serta peningkatan kualitas dan keandalan rantai pasok. Selain itu, Avian Brands akan terus mengoptimalkan penerapan prinsip ESG sebagai dasar operasional, mengembangkan kompetensi sumber daya manusia secara berkelanjutan, memperluas jaringan distribusi untuk menjangkau pasar yang lebih luas, serta memperkuat sistem teknologi informasi yang terintegrasi. Dengan strategi tersebut, Avian Brands optimistis dapat menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar di industri cat nasional.
Penerapan Tata Kelola Perusahaan
Avian Brands menempatkan penerapan GCG sebagai fondasi utama dalam menjalankan seluruh aktivitas usaha dan pengambilan keputusan strategis. Penerapan GCG tidak hanya berorientasi pada kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, tetapi juga diarahkan untuk membangun budaya integritas, transparansi, dan akuntabilitas yang berkelanjutan di seluruh lini organisasi. Untuk mendukung hal tersebut, Avian Brands menerapkan sistem pengendalian internal yang terintegrasi guna memastikan efektivitas operasional, keandalan pelaporan keuangan, perlindungan aset, serta kepatuhan terhadap regulasi, dengan dukungan Unit Audit Internal yang menjalankan pengawasan secara independen dan berkesinambungan.
Sejalan dengan upaya tersebut, Avian Brands mengimplementasikan sistem manajemen risiko yang terstruktur sebagai bagian dari proses perencanaan dan pelaksanaan strategi, melalui identifikasi, evaluasi, dan pengendalian risiko secara proaktif. Avian Brands juga mengoptimalkan WBS sebagai sarana pelaporan pelanggaran yang menjamin kerahasiaan dan perlindungan bagi pelapor, serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang etis dan bertanggung jawab. Dengan struktur tata kelola yang jelas, mekanisme checks and balances yang efektif, serta penguatan pengawasan dan pengendalian, Avian Brands optimistis mampu menjaga kepercayaan pemangku kepentingan sekaligus mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Penerapan Prinsip Keberlanjutan
Sejalan dengan penerapan prinsip GCG, Avian Brands juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi dan operasional melalui pendekatan 4 pilar yang mencakup Product, Environment, People & Community, dan Governance. Melalui Product Pillar, Avian Brands memperkuat komitmen terhadap kualitas, keamanan produk, dan transparansi informasi, sekaligus mendorong inovasi formulasi rendah karbon dan rendah Volatile Organic Compounds (“VOC”). Avian Brands juga secara aktif mendengarkan kebutuhan dan umpan balik dari pelanggan, meningkatkan kualitas standar mutu, serta memastikan pengalaman pelanggan yang lebih baik dan konsisten di setiap titik layanan. Pada Environment Pillar, Avian Brands berfokus pada peningkatan efisiensi energi, pengelolaan air dan bahan baku secara lebih bijak, serta penguatan inisiatif circular economy di seluruh proses bisnis. Avian Brands juga mengembangkan peta jalan dekarbonisasi yang mencakup pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan emisi yang lebih terukur, serta pengembangan produk rendah karbon. Upaya ini tidak hanya ditujukan untuk mencapai target operasional, tetapi juga sebagai kontribusi nyata Avian Brands dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Melalui People & Community Pillar, Avian Brands memastikan bahwa pertumbuhan usaha berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan manusia. Oleh karena itu, Avian Brands terus memperluas pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan; memperkuat komitmen terhadap penghormatan hak asasi manusia; penerapan prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusi; serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja. Pengembangan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan karyawan terus menjadi pilar penting dalam membangun organisasi yang tangguh dan berkelanjutan. Sementara itu, Governance Pillar menjadi landasan dalam menjaga integritas dan akuntabilitas Avian Brands melalui penerapan tata kelola yang transparan, penguatan WBS, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Avian Brands juga menerapkan praktik pengadaan dan pengelolaan rantai pasok yang berkelanjutan, termasuk penilaian pemasok, penggunaan bahan baku terbarukan, serta optimalisasi logistik untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan. Melalui penerapan keempat pilar tersebut, Avian Brands berkomitmen untuk menciptakan nilai jangka panjang yang seimbang bagi Avian Brands dan pemangku kepentingan, lingkungan, dan masyarakat luas.
Penutup
Menutup laporan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan Avian Brands atas dedikasi, profesionalisme, dan komitmen yang ditunjukkan dalam menjalankan setiap peran dan tanggung jawab. Kontribusi nyata dari seluruh insan merupakan kekuatan utama yang memungkinkan Avian Brands untuk terus tumbuh, berinovasi, dan mempertahankan kinerja yang berkelanjutan. Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Dewan Komisaris atas arahan, nasihat, serta fungsi pengawasan yang diberikan secara konsisten sepanjang tahun 2025. Dukungan dan sinergi yang erat antara Dewan Komisaris dan Direksi telah menjadi landasan penting dalam menjaga disiplin tata kelola, ketepatan pengambilan keputusan, serta keberlangsungan implementasi strategi Avian Brands di tengah dinamika lingkungan usaha.
Apresiasi turut disampaikan kepada para Pemegang Saham atas kepercayaan dan dukungan yang berkelanjutan, serta kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelanggan, mitra usaha, pemasok, dan regulator, atas kerja sama yang terjalin dengan baik. Dengan dukungan seluruh pihak, Direksi optimistis Avian Brands dapat melangkah ke masa depan dengan lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Atas nama Direksi
PT Avia Avian Tbk,
Wijono Tanoko
Direktur Utama